Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara, Diduga Jadi Biang Kerok Blackout Listrik Nasional

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA – Kasus pemadaman listrik (blackout) yang sempat melanda sejumlah wilayah di Indonesia kini memasuki babak baru. Polri resmi meningkatkan status penyelidikan ke tahap penyidikan terkait dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pengadaan pasokan batu bara untuk PLTU periode 2018–2026.

Direktur Penindakan Kortas Tipidkor Polri, Brigjen Pol Robertus Yohanes De Deo, mengungkapkan bahwa praktik lancung dalam pengadaan batu bara ini diduga kuat menjadi pemicu terganggunya pasokan listrik di Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sebagian Jabodetabek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Akibat perbuatan tersebut, diindikasikan telah terjadi kerugian keuangan negara atau perekonomian negara kurang lebih Rp5 triliun,” ujar Robertus dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin (6/7/2026).

Modus Manipulasi Dokumen Penyidik menemukan tiga modus utama dalam kasus ini, yakni manipulasi dokumen kualitas batu bara, manipulasi dokumen kuantitas, serta ketidaksesuaian harga kontrak dengan kondisi lapangan. Saat ini, Polri tengah berkoordinasi dengan BPK RI untuk melakukan audit investigatif guna memastikan nilai kerugian negara yang akurat.

Dua perusahaan, yakni PT OBP dan PT OBA, disebut-sebut terlibat dalam pusaran kasus ini. Meski sebelumnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat membantah adanya kelangkaan batu bara, Polri menegaskan akan terus mendalami keterlibatan pihak lain, baik secara individu maupun korporasi.

Dukungan Penuh Bareskrim Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kortas Tipidkor. Pihaknya telah menerjunkan Direktorat Tindak Pidana Tertentu untuk membantu pemeriksaan teknis pertambangan agar kasus ini segera terang benderang.

(red/sc tribun)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan
Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah
Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi
Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi
Ray Rangkuti Peringatkan Kudeta Merambat dan Menguatnya Militerisme di Indonesia
Polisi Aktif Jadi Tersangka Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Ungkap Modus Pengadaan Food Tray
Program Koperasi Desa Merah Putih Diharapkan Berjalan, Manajer Jalani Latsarmil dan Siapkan Akses Permodalan
Fenomena Kumpul kebo di Indonesia Meningkat, Peneliti Soroti Dampaknya bagi Perempuan dan Anak
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:08 WIB

Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan

Senin, 13 Juli 2026 - 23:27 WIB

Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:59 WIB

Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:12 WIB

Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:16 WIB

Ray Rangkuti Peringatkan Kudeta Merambat dan Menguatnya Militerisme di Indonesia

Berita Terbaru