“Jangan Sok-Sokan Jadi ASN”: Pesan Keras Menteri PU Soal Etika Aparatur

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta  — Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan pentingnya menjaga integritas dan etika bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), menyusul munculnya dua kasus yang menyeret oknum pegawai Kementerian PU yang sedang menjalani pendidikan di luar negeri.

Satu ASN yang tengah menempuh studi di Jepang melalui program beasiswa dilaporkan telah dipulangkan ke Indonesia karena diduga terkait persoalan hukum berupa kasus suap. Sementara itu, seorang ASN lain yang sedang belajar di London menjadi sorotan publik akibat dugaan perilaku pamer gaya hidup (flexing) di media sosial serta komentar yang dinilai merendahkan program pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dody, setiap ASN tidak hanya terikat aturan administrasi, tetapi juga memikul tanggung jawab moral sebagai pelayan publik. Ia menilai perilaku yang mencederai kepercayaan masyarakat harus ditindak tegas karena ASN bekerja menggunakan anggaran negara yang berasal dari pajak rakyat.

“ASN kan pelayan masyarakat, dikasih makan dari pajak. Jadi jangan sok-sokan lah. Boleh sok-sokan, tapi jangan jadi ASN,” ujar Dody saat memberikan tanggapan terkait kasus tersebut.

Pihak Kementerian PU disebut telah mengambil langkah pemeriksaan internal terhadap kedua ASN yang bersangkutan. ASN yang diduga terlibat perkara hukum telah kembali ke Indonesia, sedangkan ASN yang berada di London masih menunggu proses lanjutan.

Dody menyatakan bukti awal terkait dugaan flexing dan pelanggaran etika di media sosial telah dikumpulkan. Pemeriksaan akan dilakukan sesuai ketentuan disiplin ASN dan aturan yang berlaku.

Kasus ini kembali memunculkan perdebatan publik mengenai etika penggunaan media sosial oleh aparatur negara, gaya hidup pejabat atau pegawai publik, serta pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.

Poin penting:

Dua ASN Kementerian PU menjadi sorotan saat menjalani pendidikan di luar negeri.

Satu ASN diduga terkait perkara suap dan telah kembali ke Indonesia.

Satu ASN lain di London disorot karena dugaan flexing dan komentar kontroversial.

Kementerian PU menegaskan akan melakukan pemeriksaan serta penegakan disiplin.

Menteri PU mengingatkan ASN agar menjaga etika karena berstatus pelayan publik.

(Red/sc tribun )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan
Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah
Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi
Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi
Ray Rangkuti Peringatkan Kudeta Merambat dan Menguatnya Militerisme di Indonesia
Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara, Diduga Jadi Biang Kerok Blackout Listrik Nasional
Polisi Aktif Jadi Tersangka Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Ungkap Modus Pengadaan Food Tray
Program Koperasi Desa Merah Putih Diharapkan Berjalan, Manajer Jalani Latsarmil dan Siapkan Akses Permodalan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:08 WIB

Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan

Senin, 13 Juli 2026 - 23:27 WIB

Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:59 WIB

Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:12 WIB

Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:16 WIB

Ray Rangkuti Peringatkan Kudeta Merambat dan Menguatnya Militerisme di Indonesia

Berita Terbaru