Isu Pengurangan PPPK karena Efisiensi Negara, Begini Penjelasan Tegas BKN

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

​JAKARTA – Kabar mengenai potensi pengurangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akibat kebijakan efisiensi anggaran negara tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Menanggapi keresahan tersebut, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan penjelasan terkait status dan kontrak kerja PPPK.

​Wakil Kepala BKN, Suharmen, menegaskan bahwa BKN tidak memiliki kewenangan langsung dalam hal pengurangan jumlah PPPK di daerah maupun instansi pusat. Menurutnya, kelanjutan kontrak kerja seorang PPPK sepenuhnya bergantung pada kebijakan pimpinan instansi terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Keputusan apakah PPPK akan dirumahkan atau diperpanjang kontraknya merupakan wewenang penuh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di masing-masing instansi,” ujar Suharmen kepada awak media, Senin (30/3/2026).

​Kewenangan di Tangan Daerah

​Suharmen menjelaskan, berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, PPK memang memiliki otoritas untuk memberhentikan pegawai dengan pertimbangan tertentu. Faktor-faktor seperti krisis ekonomi, kinerja yang buruk, hingga kondisi krusial lainnya bisa menjadi dasar pengambilan keputusan tersebut.

​Namun, ia menggarisbawahi bahwa BKN berfungsi sebagai instansi pembina manajemen ASN secara nasional, bukan eksekutor pemutusan kontrak di tingkat teknis instansi.

​”Sesuai regulasi, pemberhentian atau perpanjangan kontrak adalah domain PPK. BKN tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi keputusan tersebut,” imbuhnya.

​Tidak Ada Status Baru bagi ASN

​Selain isu pengurangan pegawai, muncul pula rumor mengenai adanya status kepegawaian baru di luar PNS dan PPPK. Suharmen secara tegas membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa sistem kepegawaian Indonesia tetap merujuk pada undang-undang yang berlaku.

​”Tidak ada status baru. UU ASN sudah jelas mengatur bahwa ASN hanya terdiri dari dua kategori: PNS dan PPPK. Adapun PPPK Paruh Waktu sifatnya hanya sementara,” jelas Suharmen.

​Ia menambahkan, bagi PPPK yang ingin beralih status menjadi PNS, mekanismenya telah diatur dalam UU ASN, yang meliputi seleksi ketat, ketersediaan formasi, serta pemenuhan syarat usia.

​Kritik dari Aliansi Merah Putih

​Menanggapi isu ini, Ketua Umum Aliansi Merah Putih, Fadlun Abdillah, mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan ASN PPPK sebagai “korban” di tengah tekanan fiskal daerah. Meski memahami adanya batasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD, ia menilai pemutusan kontrak bukanlah solusi yang bijak.

​”Tidak etis jika PPPK dirumahkan hanya karena alasan kesulitan fiskal. Jika ini terjadi, artinya ada ketidaksinkronan dalam desain kebijakan negara,” tegas Fadlun.

​Ia berharap pemerintah pusat dan daerah dapat duduk bersama untuk mencari solusi proporsional agar kesejahteraan pegawai tetap terjaga tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.

 

(Sc:berbagai sumber)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan
Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah
Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi
Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi
Ray Rangkuti Peringatkan Kudeta Merambat dan Menguatnya Militerisme di Indonesia
Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara, Diduga Jadi Biang Kerok Blackout Listrik Nasional
Polisi Aktif Jadi Tersangka Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Ungkap Modus Pengadaan Food Tray
Program Koperasi Desa Merah Putih Diharapkan Berjalan, Manajer Jalani Latsarmil dan Siapkan Akses Permodalan
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:08 WIB

Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan

Senin, 13 Juli 2026 - 23:27 WIB

Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:59 WIB

Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:12 WIB

Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:16 WIB

Ray Rangkuti Peringatkan Kudeta Merambat dan Menguatnya Militerisme di Indonesia

Berita Terbaru