Jakarta — Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menanggapi pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang menyebut dirinya iri karena tidak terpilih menjadi menteri dalam kabinet pemerintah.
Melalui unggahan video di media sosial pada Rabu (27/5/2026), Hotman menegaskan dirinya tidak memiliki keinginan menjadi pejabat birokrasi maupun menteri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya tidak iri kamu jadi menteri. Tanya bosmu, pernah enggak Hotman tertarik jadi birokrat?” ujar Hotman.
Menurut Hotman, kariernya sebagai advokat bisnis, litigasi, dan korporasi telah memberinya pencapaian profesional serta penghasilan yang memadai, sehingga tidak membutuhkan posisi di pemerintahan.
Selain membantah tudingan tersebut, Hotman juga melontarkan kritik terhadap kinerja Natalius Pigai sebagai Menteri HAM. Ia mempertanyakan langkah konkret kementerian dalam merespons berbagai dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.
Hotman menilai perhatian terhadap isu HAM harus lebih nyata di lapangan, bukan hanya sebatas pembahasan anggaran atau pernyataan publik.
Dalam pernyataannya, ia juga menyinggung kiprahnya membantu masyarakat melalui pendanaan pribadi pada sejumlah kasus hukum. Salah satunya disebut terkait pendampingan hukum di wilayah Mataram.
“Saya punya banyak uang, gajimu enggak sebanding dengan pendapatanku,” kata Hotman, sambil menegaskan dirinya aktif membantu penanganan berbagai kasus yang menurutnya berkaitan dengan keadilan dan hak masyarakat.
Di akhir pernyataan, Hotman meminta Natalius Pigai lebih fokus menjalankan tugas sebagai Menteri HAM.
“Bekerjalah sesuai tugasmu atau mundur,” ujar Hotman.
Pernyataan saling sindir antara dua tokoh publik tersebut kini ramai menjadi perhatian warganet dan memicu perdebatan mengenai kinerja pejabat publik, isu HAM, serta peran figur publik dalam mengkritik pemerintah.
Catatan: Pernyataan di atas merupakan klaim dan opini dari pihak terkait. Penilaian terhadap kinerja kementerian maupun pejabat publik memerlukan data, tanggapan resmi, dan konteks yang lebih luas.
(Red/sc warta ekonomi.co.id )













