Fenomena Loyalitas Partai Dinilai Pragmatis, Ridho Al-Hamdi: “Semua Merapat ke Kekuasaan “

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 00:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,

Dekan Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Ridho Al-Hamdi menilai loyalitas partai politik di Indonesia cenderung bersifat cair dan pragmatis demi menjaga akses terhadap kekuasaan serta sumber daya politik.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi klaim kesetiaan partai dalam koalisi pemerintahan, termasuk sikap Prabowo Subianto yang terus mendapat dukungan dari PAN dalam tiga kali Pilpres.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski dikenal konsisten mendukung Prabowo, PAN sebelumnya tetap bergabung ke pemerintahan Joko Widodo usai kekalahan Prabowo pada periode sebelumnya. Menurut Ridho, kondisi itu menunjukkan bahwa sebagian besar partai politik lebih memilih mendekat ke pusat kekuasaan dibanding mengambil posisi oposisi secara penuh.

“Partai politik di Indonesia itu nggak murni benar-benar menjadi petarung, semuanya tetap merapat ke kekuasaan,” ujar Ridho, Senin (11/5/2026).Guru Besar llmu Politik UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ) tersebut menilai belum ada partai yang memiliki mentalitas menjadi oposisi sejati. Bahkan partai besar yang sebelumnya dikenal kritis terhadap pemerintah disebut mulai melunak demi menjaga pengaruh politik praktis.

Ridho menyebut ketergantungan terhadap modal finansial menjadi alasan utama partai-partai enggan berada di luar pemerintahan terlalu lama.

(Foto Muchlis jr-Biro pers,media &informasi sekretariat Presiden )

“Menurut saya partai-partai politik di Indonesia ini nggak punya modal kuat untuk menjadi oposisi. Semuanya haus dengan kekuasaan yang melahirkan modal finansial, semuanya pengen posisi, semuanya pengen uang,” tegasnya.

Ia juga memprediksi lanskap politik nasional tidak akan mengalami perubahan signifikan dalam satu dekade mendatang apabila aktor-aktor politik yang dominan masih berasal dari kelompok yang sama.

“Kalau orang-orangnya itu-itu aja, ya perubahan signifikan akan sulit terjadi,” pungkasnya.

(Red/sc suara.com )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan
Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah
Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi
Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi
Ray Rangkuti Peringatkan Kudeta Merambat dan Menguatnya Militerisme di Indonesia
Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara, Diduga Jadi Biang Kerok Blackout Listrik Nasional
Polisi Aktif Jadi Tersangka Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Ungkap Modus Pengadaan Food Tray
Program Koperasi Desa Merah Putih Diharapkan Berjalan, Manajer Jalani Latsarmil dan Siapkan Akses Permodalan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:08 WIB

Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan

Senin, 13 Juli 2026 - 23:27 WIB

Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:59 WIB

Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:12 WIB

Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:16 WIB

Ray Rangkuti Peringatkan Kudeta Merambat dan Menguatnya Militerisme di Indonesia

Berita Terbaru