BBM Naik = Ekonomi Melambat,Pemerintah Pilih Tahan Harga

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, — Pemerintah memutuskan menahan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026 sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa kenaikan harga BBM akan langsung meningkatkan beban hidup masyarakat dan berisiko menekan konsumsi rumah tangga, yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika BBM naik, beban hidup rakyat, khususnya masyarakat kecil, akan terganggu,” ujar Purbaya, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, meskipun kenaikan harga BBM dapat memperluas ruang fiskal pemerintah, dampaknya terhadap masyarakat dinilai jauh lebih cepat dan signifikan dibandingkan manfaat yang diterima negara.

“Kalau BBM dinaikkan, penerimaan negara memang bertambah. Namun di sisi lain, masyarakat harus membayar lebih, sehingga konsumsi bisa melambat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Purbaya menambahkan, kenaikan harga BBM pada dasarnya akan mengalihkan beban pengeluaran dari pemerintah kepada masyarakat. Hal ini berpotensi meningkatkan porsi belanja energi dan mengurangi konsumsi di sektor lain.

Ia juga menilai, perdebatan mengenai kebijakan harga BBM bukan hal baru di kalangan ekonom. Pemerintah kerap dihadapkan pada pilihan antara memperkuat fiskal melalui kenaikan harga atau menjaga daya beli masyarakat dengan menahan harga.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap konsumsi rumah tangga tetap stabil di tengah tekanan harga energi global. Meski konsekuensinya ruang fiskal menjadi lebih terbatas, langkah tersebut dinilai lebih aman untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berjalan.

(sc;berita satu.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata
Beli TBS di Bawah Harga Yang Ditetapkan,Izin PKS Akan Dicabut
Sederet Dampak Buruk Dollar AS Tembus Rp 18 000 Ancaman Perekonomian Indonesia
Hotman Paris Bantah Iri pada Natalius Pigai: “Saya Tak Tertarik Jadi Menteri, Pendapatan Saya Jauh Lebih Besar”
BGN Perketat Pengawasan ,Dapur Tak Penuhi Target Terancam Disanksi Mulai 2 Juni 2026
Blackout Sumatera Jadi Sorotan, Jaga Marwah Desak Evaluasi Total Kinerja Dirut PLN
Aturan Baru Registrasi Medsos Pakai Nomor HP Dinilai Efektif Tekan Hoaks dan Akun Anonim
Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR RI
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:19 WIB

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:13 WIB

Beli TBS di Bawah Harga Yang Ditetapkan,Izin PKS Akan Dicabut

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:24 WIB

Sederet Dampak Buruk Dollar AS Tembus Rp 18 000 Ancaman Perekonomian Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:45 WIB

Hotman Paris Bantah Iri pada Natalius Pigai: “Saya Tak Tertarik Jadi Menteri, Pendapatan Saya Jauh Lebih Besar”

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:32 WIB

BGN Perketat Pengawasan ,Dapur Tak Penuhi Target Terancam Disanksi Mulai 2 Juni 2026

Berita Terbaru