Aturan Baru Registrasi Medsos Pakai Nomor HP Dinilai Efektif Tekan Hoaks dan Akun Anonim

- Penulis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA, Pemerintah Indonesia tengah mengkaji aturan baru yang mewajibkan pengguna media sosial mencantumkan nomor telepon seluler saat registrasi akun. Kebijakan ini mendapat dukungan dari kalangan legislatif karena dinilai mampu menekan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga aktivitas akun anonim yang kerap memicu kegaduhan di ruang digital.

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menilai kejelasan identitas pengguna akan membuat aktivitas di media sosial menjadi lebih akuntabel dan bertanggung jawab. Menurutnya, selama ini banyak akun anonim maupun akun robot digunakan untuk menyebarkan informasi palsu, provokasi, serta konten negatif yang meresahkan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan adanya identitas yang lebih jelas maka tidak ada lagi akun robot atau akun anonim yang dimanfaatkan untuk menyebarkan konten negatif, kebohongan, dan provokasi di media sosial,” ujar Oleh Soleh, Sabtu (23/5/2026).

Ia menegaskan bahwa regulasi penggunaan media sosial perlu disusun secara tepat agar mampu menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif. Pencantuman nomor telepon dinilai penting agar setiap pengguna bertanggung jawab terhadap pesan maupun informasi yang disampaikan melalui platform digital.

Selain untuk menekan hoaks dan disinformasi, kebijakan registrasi akun menggunakan nomor ponsel juga diyakini dapat membantu mengurangi berbagai modus penipuan digital yang kini semakin marak terjadi di media sosial.

Meski demikian, Oleh Soleh mengingatkan agar pemerintah tetap memperhatikan perlindungan data pribadi masyarakat serta menjaga kebebasan berekspresi secara bertanggung jawab dalam penerapan aturan tersebut.

“Regulasi yang tepat akan membantu menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat, edukatif, dan produktif bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, sebelumnya mengungkapkan bahwa pemerintah masih menggodok aturan wajib pencantuman nomor telepon seluler saat registrasi akun media sosial. Saat ini, kebijakan tersebut masih berada dalam tahap konsultasi publik.

Menurut Meutya, langkah itu bertujuan memperjelas identitas pengguna sehingga setiap unggahan maupun aktivitas di media sosial dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini yang sedang kita godok dengan konsultasi publik tentunya agar bagaimana orang ketika masuk ke sosial media wajib menaruh nomor teleponnya sehingga identitasnya jelas,” ujar Meutya dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa saat ini pencantuman nomor ponsel ketika membuat akun media sosial masih bersifat opsional. Dengan aturan baru nantinya, pemerintah berharap pengguna menjadi lebih berhati-hati dan bertanggung jawab terhadap konten yang diunggah.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Digital juga berencana memperkuat sistem identitas digital terverifikasi melalui Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE). Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional di ruang digital, terutama menghadapi ancaman misinformasi, disinformasi, hingga penyalahgunaan teknologi deepfake.

Kebijakan ini pun diperkirakan akan memicu perdebatan publik, terutama terkait batas antara pengawasan digital, perlindungan privasi, dan kebebasan berekspresi di era media sosial yang semakin terbuka.

(Komdigi/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata
Beli TBS di Bawah Harga Yang Ditetapkan,Izin PKS Akan Dicabut
Sederet Dampak Buruk Dollar AS Tembus Rp 18 000 Ancaman Perekonomian Indonesia
Hotman Paris Bantah Iri pada Natalius Pigai: “Saya Tak Tertarik Jadi Menteri, Pendapatan Saya Jauh Lebih Besar”
BGN Perketat Pengawasan ,Dapur Tak Penuhi Target Terancam Disanksi Mulai 2 Juni 2026
Blackout Sumatera Jadi Sorotan, Jaga Marwah Desak Evaluasi Total Kinerja Dirut PLN
Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR RI
“Jangan Sok-Sokan Jadi ASN”: Pesan Keras Menteri PU Soal Etika Aparatur
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:19 WIB

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:13 WIB

Beli TBS di Bawah Harga Yang Ditetapkan,Izin PKS Akan Dicabut

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:24 WIB

Sederet Dampak Buruk Dollar AS Tembus Rp 18 000 Ancaman Perekonomian Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:45 WIB

Hotman Paris Bantah Iri pada Natalius Pigai: “Saya Tak Tertarik Jadi Menteri, Pendapatan Saya Jauh Lebih Besar”

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:32 WIB

BGN Perketat Pengawasan ,Dapur Tak Penuhi Target Terancam Disanksi Mulai 2 Juni 2026

Berita Terbaru