Adian Napitupulu Soroti Ketidaksinkronan dengan Program MBG,Siswa Online  Akan Tetapi Tetap ke Sekolah Ambil MBG 

- Penulis

Kamis, 26 Maret 2026 - 00:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, 26 Maret 2026 — Wacana penerapan sekolah daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai bagian dari kebijakan efisiensi energi menuai kritik dari anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitupulu.

Adian menilai kebijakan tersebut tidak sinkron, terutama jika siswa tetap diwajibkan datang ke sekolah untuk mengambil program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kondisi ini justru bertentangan dengan tujuan utama penghematan bahan bakar minyak (BBM).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekolah online, alasannya biar hemat BBM. Anehnya masih diminta ke sekolah buat ambil MBG. Ini yang aneh,” ujar Adian, dikutip dari pernyataannya di media sosial, Selasa (24/3/2026).

Ia mempertanyakan logika kebijakan tersebut, karena mobilitas siswa dinilai tetap terjadi meskipun proses belajar dilakukan secara daring. Hal ini dianggap tidak efektif dalam menekan penggunaan BBM sebagaimana tujuan awal kebijakan.

Di sisi lain, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi energi masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.

Menurut Pratikno, langkah penghematan energi harus disusun secara matang dan berbasis data, agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.

“Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak akan mengganggu proses pembelajaran maupun pelayanan publik. Dalam implementasinya, metode PJJ akan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran.

Untuk mata pelajaran yang membutuhkan praktik langsung, pemerintah tetap membuka kemungkinan pembelajaran dilakukan secara tatap muka di sekolah.

Selain itu, pemerintah tengah mengkaji sejumlah aspek penting lainnya, seperti mekanisme distribusi program MBG serta pembiayaan akses internet bagi siswa apabila kebijakan PJJ diterapkan.

“Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif,” tambahnya.

Wacana efisiensi energi ini direncanakan mulai berlaku pada April 2026, seiring meningkatnya tekanan global terhadap pasokan energi. Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara bahkan telah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa.

Di Filipina, misalnya, kantor pemerintahan mulai memberlakukan sistem kerja empat hari dalam sepekan. Sementara di Thailand dan Vietnam, pegawai didorong untuk bekerja dari rumah guna menekan konsumsi energi. Myanmar juga menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan kendaraan secara bergantian.

Meski demikian, kebijakan di Indonesia masih dalam tahap kajian dan mempertimbangkan berbagai aspek agar tidak menimbulkan kontradiksi di lapangan, seperti yang disoroti oleh Adian.

Sejumlah kalangan menilai, sinkronisasi antarprogram menjadi hal krusial agar kebijakan efisiensi energi tidak justru menimbulkan beban baru bagi masyarakat, khususnya siswa dan orang tua.

 

Sc; berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata
Beli TBS di Bawah Harga Yang Ditetapkan,Izin PKS Akan Dicabut
Sederet Dampak Buruk Dollar AS Tembus Rp 18 000 Ancaman Perekonomian Indonesia
Hotman Paris Bantah Iri pada Natalius Pigai: “Saya Tak Tertarik Jadi Menteri, Pendapatan Saya Jauh Lebih Besar”
BGN Perketat Pengawasan ,Dapur Tak Penuhi Target Terancam Disanksi Mulai 2 Juni 2026
Blackout Sumatera Jadi Sorotan, Jaga Marwah Desak Evaluasi Total Kinerja Dirut PLN
Aturan Baru Registrasi Medsos Pakai Nomor HP Dinilai Efektif Tekan Hoaks dan Akun Anonim
Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR RI
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:19 WIB

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:13 WIB

Beli TBS di Bawah Harga Yang Ditetapkan,Izin PKS Akan Dicabut

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:45 WIB

Hotman Paris Bantah Iri pada Natalius Pigai: “Saya Tak Tertarik Jadi Menteri, Pendapatan Saya Jauh Lebih Besar”

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:32 WIB

BGN Perketat Pengawasan ,Dapur Tak Penuhi Target Terancam Disanksi Mulai 2 Juni 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 12:18 WIB

Blackout Sumatera Jadi Sorotan, Jaga Marwah Desak Evaluasi Total Kinerja Dirut PLN

Berita Terbaru