Kemenhan Rekrut 30 Ribu Sarjana untuk Kelola 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan) berencana merekrut sekitar 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) guna mendukung pengelolaan program Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ambisius ini ditujukan untuk mengelola sekitar 80 ribu koperasi desa yang ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada Agustus 2026. Kehadiran para sarjana tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola, profesionalisme, serta keberlanjutan koperasi desa sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, menyampaikan bahwa proses perekrutan dan pelatihan akan melibatkan sejumlah lembaga negara. Di antaranya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), yang turut berperan dalam membentuk kapasitas dan kedisiplinan para calon pengelola.

“Sekitar 30 ribu tenaga pengawak akan direkrut dan dilatih melalui kolaborasi lintas lembaga untuk memastikan kesiapan mereka dalam menjalankan program ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Informasi dan Humas Sekretariat Kemenhan, Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa program SPPI terbuka bagi masyarakat umum. Lulusan sarjana hingga magister dari berbagai disiplin ilmu dipersilakan untuk mendaftar.

Menurutnya, para peserta akan melalui tahapan seleksi ketat serta pelatihan yang diselenggarakan oleh Kemenhan. Kandidat yang lolos nantinya akan ditempatkan sebagai manajer di Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di berbagai daerah.

“Para peserta yang lulus akan menjadi penggerak utama dalam pengelolaan koperasi desa, dengan peran strategis sebagai pemimpin di tingkat lokal,” jelas Rico.

Ia menambahkan, proses pendaftaran direncanakan mulai dibuka pada Juni 2026. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sekaligus pematangan teknis pelaksanaan di lapangan.

Program ini diharapkan menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa serta menciptakan peluang kerja bagi tenaga terdidik di seluruh Indonesia.

Sumber: KemenHan,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Tegas : Dapur MBG Yang Gunakan Barang Subsidi Akan Ditutup ,Masyarakat Diminta Mengawasi
Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan
Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah
Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi
Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi
Ray Rangkuti Peringatkan Kudeta Merambat dan Menguatnya Militerisme di Indonesia
Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara, Diduga Jadi Biang Kerok Blackout Listrik Nasional
Polisi Aktif Jadi Tersangka Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Ungkap Modus Pengadaan Food Tray
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 15:36 WIB

BGN Tegas : Dapur MBG Yang Gunakan Barang Subsidi Akan Ditutup ,Masyarakat Diminta Mengawasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:08 WIB

Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan

Senin, 13 Juli 2026 - 23:27 WIB

Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:59 WIB

Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:12 WIB

Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi

Berita Terbaru