Jakarta – Pemerintah telah merealisasikan anggaran sebesar Rp101,1 triliun dari APBN untuk mendanai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga semester I tahun 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk melayani 63,13 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Program MBG menjadi salah satu fokus utama belanja negara yang bertujuan memperkuat perlindungan sosial sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebagai agent of development, APBN diarahkan untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas, termasuk Program MBG yang telah merealisasikan anggaran Rp101,1 triliun untuk 63,13 juta penerima manfaat,” ujar Purbaya usai konferensi pers hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Senin (3/8/2026).
Selain berfungsi sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas ekonomi, Purbaya menegaskan APBN juga menjadi instrumen pembangunan nasional melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Tak hanya MBG, pemerintah juga telah mengalokasikan Rp13,1 triliun untuk pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen. Sementara itu, anggaran perlindungan sosial lainnya telah direalisasikan sebesar Rp14,5 triliun untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Rp19,7 triliun untuk Kartu Sembako, dan Rp8,8 triliun bagi Program Indonesia Pintar (PIP).
Dalam paparannya, Purbaya mengungkapkan bahwa hingga akhir triwulan II-2026, pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun, meningkat 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6 persen secara tahunan. Selain itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp152 triliun, sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp271 triliun.
Di sisi belanja, realisasi APBN hingga semester I-2026 mencapai Rp1.656 triliun, meningkat 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Purbaya menjelaskan, belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.298,6 triliun diprioritaskan untuk mendukung berbagai program strategis nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran THR dan gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN), manfaat pensiun, serta subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.
“Belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.298,6 triliun terutama digunakan untuk Program MBG, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran THR dan gaji ke-13, manfaat pensiun, serta subsidi dan kompensasi BBM maupun listrik,” tegas Purbaya.
(Tim red/berbagai sumber)













