Sederet Dampak Buruk Dollar AS Tembus Rp 18 000 Ancaman Perekonomian Indonesia

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan berat dan diperkirakan masih melemah dalam beberapa hari ke depan. Sejumlah analis memperingatkan, apabila tren ini terus berlanjut, dolar Amerika Serikat berpotensi menembus level Rp18.000 hingga Rp18.200 per dolar AS.

Analis komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah tidak hanya dipicu faktor global, tetapi juga menurunnya kepercayaan pasar terhadap stabilitas mata uang domestik.

Menurutnya, ketika dolar AS terus menguat, masyarakat dan pelaku pasar cenderung mengalihkan simpanan mereka ke valuta asing demi menjaga nilai aset. Kondisi ini dinilai dapat mempercepat pelemahan rupiah karena permintaan terhadap dolar semakin tinggi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika rupiah menembus Rp18.000, dampaknya bisa sangat luas. Efek psikologis terhadap investor dan masyarakat akan besar, terutama dalam mendorong perpindahan dana ke dolar AS,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Pelemahan rupiah juga diperkirakan akan memicu kenaikan harga barang impor dan bahan baku industri. Produk pangan seperti kedelai yang sebagian besar masih bergantung pada impor diprediksi ikut mengalami kenaikan harga, yang pada akhirnya membebani masyarakat.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menilai dampak pelemahan rupiah akan langsung terasa pada sektor produksi dan harga barang di tingkat konsumen.

Ia menjelaskan, kenaikan biaya impor dan distribusi akan membuat pelaku usaha lebih cepat menaikkan harga jual produk. Kondisi ini berisiko memicu imported inflation atau inflasi akibat mahalnya biaya impor.

“Transmisi kenaikan biaya produksi ke harga retail akan semakin cepat. Masyarakat akan menghadapi harga barang yang makin mahal dalam waktu singkat,” kata Bhima.

Selain ancaman inflasi, tekanan nilai tukar juga dikhawatirkan memicu gelombang efisiensi perusahaan, khususnya industri padat karya yang bergantung pada bahan baku impor. Risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) disebut semakin terbuka jika biaya produksi terus melonjak.

Bhima menambahkan, kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah menjadi pihak paling rentan menghadapi situasi ini. Di tengah daya beli yang melemah, kenaikan harga kebutuhan pokok dan ancaman kehilangan pekerjaan dinilai dapat memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Ia bahkan memperingatkan, jika dolar benar-benar menyentuh Rp18.000, angka kemiskinan dan pengangguran berpotensi kembali meningkat akibat tekanan ekonomi yang semakin berat.

Sementara itu, pelaku pasar diperkirakan terus memburu dolar AS sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Fenomena ini dinilai dapat menciptakan spiral pelemahan rupiah yang lebih dalam apabila tidak segera diantisipasi melalui langkah stabilisasi yang efektif.

Editor:Red/sc/detik finance.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBN Terkuras  Gelontorkan Rp101,1 Triliun untuk Program MBG
Safari Politik Jokowi ke NTT Dinilai Perkuat Basis PSI, Pengamat Sebut PDIP Masih Jadi Tembok Terberat
KWP Resmi Laporkan Deddy Sitorus ke MKD DPR, Persoalkan Ucapan ‘Kayak Sirkus’
BGN Tegas : Dapur MBG Yang Gunakan Barang Subsidi Akan Ditutup ,Masyarakat Diminta Mengawasi
Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan
Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah
Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi
Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:11 WIB

APBN Terkuras  Gelontorkan Rp101,1 Triliun untuk Program MBG

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dinilai Perkuat Basis PSI, Pengamat Sebut PDIP Masih Jadi Tembok Terberat

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:35 WIB

KWP Resmi Laporkan Deddy Sitorus ke MKD DPR, Persoalkan Ucapan ‘Kayak Sirkus’

Senin, 27 Juli 2026 - 15:36 WIB

BGN Tegas : Dapur MBG Yang Gunakan Barang Subsidi Akan Ditutup ,Masyarakat Diminta Mengawasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:08 WIB

Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan

Berita Terbaru