Hotman Paris Bantah Iri pada Natalius Pigai: “Saya Tak Tertarik Jadi Menteri, Pendapatan Saya Jauh Lebih Besar”

- Penulis

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta — Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menanggapi pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang menyebut dirinya iri karena tidak terpilih menjadi menteri dalam kabinet pemerintah.

Melalui unggahan video di media sosial pada Rabu (27/5/2026), Hotman menegaskan dirinya tidak memiliki keinginan menjadi pejabat birokrasi maupun menteri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tidak iri kamu jadi menteri. Tanya bosmu, pernah enggak Hotman tertarik jadi birokrat?” ujar Hotman.

Menurut Hotman, kariernya sebagai advokat bisnis, litigasi, dan korporasi telah memberinya pencapaian profesional serta penghasilan yang memadai, sehingga tidak membutuhkan posisi di pemerintahan.

Selain membantah tudingan tersebut, Hotman juga melontarkan kritik terhadap kinerja Natalius Pigai sebagai Menteri HAM. Ia mempertanyakan langkah konkret kementerian dalam merespons berbagai dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.

Hotman menilai perhatian terhadap isu HAM harus lebih nyata di lapangan, bukan hanya sebatas pembahasan anggaran atau pernyataan publik.

Dalam pernyataannya, ia juga menyinggung kiprahnya membantu masyarakat melalui pendanaan pribadi pada sejumlah kasus hukum. Salah satunya disebut terkait pendampingan hukum di wilayah Mataram.

“Saya punya banyak uang, gajimu enggak sebanding dengan pendapatanku,” kata Hotman, sambil menegaskan dirinya aktif membantu penanganan berbagai kasus yang menurutnya berkaitan dengan keadilan dan hak masyarakat.

Di akhir pernyataan, Hotman meminta Natalius Pigai lebih fokus menjalankan tugas sebagai Menteri HAM.

“Bekerjalah sesuai tugasmu atau mundur,” ujar Hotman.

Pernyataan saling sindir antara dua tokoh publik tersebut kini ramai menjadi perhatian warganet dan memicu perdebatan mengenai kinerja pejabat publik, isu HAM, serta peran figur publik dalam mengkritik pemerintah.

Catatan: Pernyataan di atas merupakan klaim dan opini dari pihak terkait. Penilaian terhadap kinerja kementerian maupun pejabat publik memerlukan data, tanggapan resmi, dan konteks yang lebih luas.

(Red/sc warta ekonomi.co.id )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata
Beli TBS di Bawah Harga Yang Ditetapkan,Izin PKS Akan Dicabut
Sederet Dampak Buruk Dollar AS Tembus Rp 18 000 Ancaman Perekonomian Indonesia
BGN Perketat Pengawasan ,Dapur Tak Penuhi Target Terancam Disanksi Mulai 2 Juni 2026
Blackout Sumatera Jadi Sorotan, Jaga Marwah Desak Evaluasi Total Kinerja Dirut PLN
Aturan Baru Registrasi Medsos Pakai Nomor HP Dinilai Efektif Tekan Hoaks dan Akun Anonim
Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR RI
“Jangan Sok-Sokan Jadi ASN”: Pesan Keras Menteri PU Soal Etika Aparatur
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:19 WIB

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:13 WIB

Beli TBS di Bawah Harga Yang Ditetapkan,Izin PKS Akan Dicabut

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:24 WIB

Sederet Dampak Buruk Dollar AS Tembus Rp 18 000 Ancaman Perekonomian Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:45 WIB

Hotman Paris Bantah Iri pada Natalius Pigai: “Saya Tak Tertarik Jadi Menteri, Pendapatan Saya Jauh Lebih Besar”

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:32 WIB

BGN Perketat Pengawasan ,Dapur Tak Penuhi Target Terancam Disanksi Mulai 2 Juni 2026

Berita Terbaru