Penelitian Ungkap: Status Sosial Bisa “Terbaca” dari Wajah, Ini Faktanya

- Penulis

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta – Selama ini, banyak orang mengaitkan kekayaan dengan simbol-simbol kasat mata seperti mobil mewah, pakaian bermerek, atau hunian megah. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan hal yang lebih subtil: kondisi sosial-ekonomi seseorang ternyata bisa tercermin dari wajahnya.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Personality and Social Psychology mengungkap bahwa ekspresi wajah yang terbentuk לאורך waktu dapat menjadi “penanda” tidak langsung dari latar belakang sosial seseorang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peneliti utama, R-Thora Bjornsdottir, menyebut bahwa perbedaan kelas sosial bahkan dapat dikenali dari wajah seseorang meskipun dalam kondisi ekspresi netral.

“Hubungan antara kekayaan dan kelas sosial sudah lama diteliti, tetapi temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan tersebut juga bisa terlihat dari wajah,” ujarnya.

Stres dan Kesejahteraan Membentuk Wajah

Dalam penelitian tersebut, individu dengan kondisi finansial stabil cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah. Dampaknya, ekspresi wajah mereka terbentuk dengan pola yang lebih “tenang” dan positif seiring waktu.

Sebaliknya, mereka yang hidup dalam tekanan ekonomi sering mengalami stres berkepanjangan. Hal ini secara tidak langsung membentuk ketegangan halus pada wajah—yang kemudian dapat “terbaca” oleh orang lain, bahkan tanpa disadari.

Penelitian ini menggunakan 160 foto hitam-putih berwajah netral, terdiri dari laki-laki dan perempuan dari berbagai latar belakang sosial. Responden diminta menebak status sosial hanya dari wajah.

Hasilnya cukup mencengangkan:

sekitar 68% tebakan responden tepat, jauh di atas kemungkinan acak.

Bahkan, ketika gambar dipotong hanya menampilkan bagian mata atau mulut, tingkat akurasi tetap tinggi. Menariknya, banyak responden tidak bisa menjelaskan bagaimana mereka membuat penilaian tersebut.

Wajah Menyimpan “Jejak Emosi” Seumur Hidup

Peneliti lain dalam studi ini, Nicholas O. Rule, menjelaskan bahwa wajah manusia menyimpan jejak pengalaman emosional jangka panjang.

Kontraksi otot wajah yang berulang—baik karena stres maupun kebahagiaan—membentuk garis dan struktur mikro yang akhirnya memengaruhi persepsi orang lain.

“Wajah kita mencerminkan pola emosi yang kita alami sepanjang hidup,” jelasnya.

Dampak Sosial: Dari Persepsi ke Diskriminasi

Meski temuan ini menarik, para peneliti mengingatkan adanya risiko besar di baliknya. Kemampuan manusia menilai status sosial dari wajah dapat memperkuat bias dan ketidakadilan sosial.

Orang dengan “wajah yang dianggap lebih sejahtera” berpotensi mendapatkan perlakuan lebih baik—baik dalam dunia kerja, layanan publik, maupun interaksi sosial sehari-hari.

Sebaliknya, mereka yang dianggap berasal dari kelas sosial lebih rendah bisa menghadapi stigma yang memperburuk kondisi mereka, menciptakan lingkaran yang dikenal sebagai siklus kemiskinan.

“Persepsi berbasis wajah ini bisa menjadi salah satu faktor yang memperkuat ketimpangan sosial,” ujar Rule.

Catatan Penting, Tentu saja hasil penelitian ini  Bukan Penentu Mutlak

Para ahli menekankan bahwa wajah bukanlah indikator pasti dari kekayaan atau status sosial seseorang. Banyak faktor lain yang jauh lebih menentukan, seperti pendidikan, peluang ekonomi, dan lingkungan sosial.

Penelitian ini lebih menyoroti bagaimana persepsi manusia bekerja, bukan sebagai alat untuk menghakimi individu.

Kesimpulan

Temuan ini membuka wawasan baru bahwa ketimpangan sosial tidak hanya terjadi dalam bentuk ekonomi, tetapi juga dalam cara manusia saling menilai secara tidak sadar.

Di era yang semakin sadar akan isu kesetaraan, pemahaman ini menjadi penting agar masyarakat tidak terjebak dalam penilaian dangkal yang berpotensi memperkuat stereotip.

(sc:aziza zahwa/cnbc ind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan
Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah
Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi
Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi
Ray Rangkuti Peringatkan Kudeta Merambat dan Menguatnya Militerisme di Indonesia
Polri Usut Dugaan Korupsi Batu Bara, Diduga Jadi Biang Kerok Blackout Listrik Nasional
Polisi Aktif Jadi Tersangka Dugaan Korupsi MBG, Kejagung Ungkap Modus Pengadaan Food Tray
Program Koperasi Desa Merah Putih Diharapkan Berjalan, Manajer Jalani Latsarmil dan Siapkan Akses Permodalan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:08 WIB

Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan

Senin, 13 Juli 2026 - 23:27 WIB

Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:59 WIB

Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:12 WIB

Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:16 WIB

Ray Rangkuti Peringatkan Kudeta Merambat dan Menguatnya Militerisme di Indonesia

Berita Terbaru