Ratusan Siswa SD di Jakarta Timur Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

- Penulis

Minggu, 10 Mei 2026 - 00:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta — Ratusan siswa sekolah dasar (SD) di wilayah Cakung, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami gejala dugaan keracunan makanan usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (8/5/2026).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, total terdapat 252 siswa dari tiga sekolah yang dilaporkan mengalami gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 siswa telah mendapatkan pelayanan kesehatan, sementara 26 siswa masih menjalani perawatan hingga Sabtu (9/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan terus melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG.

“Dinkes bersama Disdik mendata dari orangtua yang melaporkan anaknya bergejala. Ada 252 yang melaporkan, yang berikut mengakses fasilitas kesehatan sejumlah 188 dan yang dirawat hingga hari ini ada 26,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).

Gejala dugaan keracunan dialami siswa dari tiga sekolah, yakni SDN Cakung Timur 01, SDN Ujung Menteng 02, dan SDN Ujung Menteng 03.

Menu MBG yang dikonsumsi siswa pada hari itu terdiri dari bakmi Jawa, pangsit tahu, semangka, kecambah rebus, timun, dan tomat. Dugaan sementara mengarah pada menu pangsit isi tahu yang disebut memiliki rasa masam.

“Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa depan,” jelas Ani.

Para siswa yang mengalami gejala kemudian dirujuk ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RS Citra Harapan Bekasi, RS Ananda, RSI Pondok Kopi, RS Resti Mulya, RS Firdaus, RSI Sukapura, dan RS Pekerja.

Dinkes DKI juga memastikan telah melakukan pengawasan terhadap SPPG Pulogebang selaku penyedia makanan program MBG. Bentuk pengawasan dilakukan melalui inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan bagi penjamah makanan, serta proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Menurut Ani, SPPG tersebut mulai beroperasi sejak 31 Maret 2026 dan masih dalam masa pembinaan sesuai ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Inspeksi kesehatan lingkungan sudah dilakukan dan saat ini SPPG dalam proses perbaikan serta pelatihan bagi penjamah makanannya,” pungkasnya.

(Red/sc:tempo/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata
Beli TBS di Bawah Harga Yang Ditetapkan,Izin PKS Akan Dicabut
Sederet Dampak Buruk Dollar AS Tembus Rp 18 000 Ancaman Perekonomian Indonesia
Hotman Paris Bantah Iri pada Natalius Pigai: “Saya Tak Tertarik Jadi Menteri, Pendapatan Saya Jauh Lebih Besar”
BGN Perketat Pengawasan ,Dapur Tak Penuhi Target Terancam Disanksi Mulai 2 Juni 2026
Blackout Sumatera Jadi Sorotan, Jaga Marwah Desak Evaluasi Total Kinerja Dirut PLN
Aturan Baru Registrasi Medsos Pakai Nomor HP Dinilai Efektif Tekan Hoaks dan Akun Anonim
Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Sidang Paripurna DPR RI
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 00:19 WIB

Eropa Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:13 WIB

Beli TBS di Bawah Harga Yang Ditetapkan,Izin PKS Akan Dicabut

Jumat, 29 Mei 2026 - 08:24 WIB

Sederet Dampak Buruk Dollar AS Tembus Rp 18 000 Ancaman Perekonomian Indonesia

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:45 WIB

Hotman Paris Bantah Iri pada Natalius Pigai: “Saya Tak Tertarik Jadi Menteri, Pendapatan Saya Jauh Lebih Besar”

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:32 WIB

BGN Perketat Pengawasan ,Dapur Tak Penuhi Target Terancam Disanksi Mulai 2 Juni 2026

Berita Terbaru