Pemerintah Respons Ultimatum 18 Hari BEM SI Jateng Soal Rupiah: Aspirasi Diterima, Solusi Ekonomi Tak Bisa Instan

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons ultimatum 18 hari yang diberikan aliansi BEM SI Jawa Tengah terkait tuntutan penguatan nilai tukar rupiah dan perbaikan kondisi ekonomi nasional. Pemerintah menegaskan bahwa aspirasi mahasiswa diterima sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa, namun penyelesaian persoalan ekonomi tidak dapat dilakukan secara instan dalam tenggat waktu tertentu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah saat ini terus melakukanPemerintah Respons Ultimatum 18 Hari BEM SI Jateng Soal Rupiah: Aspirasi Diterima, Solusi Ekonomi Tak Bisa Instan koordinasi intensif dengan berbagai lembaga terkait, termasuk otoritas fiskal dan moneter, guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global dan dinamika domestik. Ia menekankan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi banyak faktor sehingga membutuhkan kebijakan yang terukur dan berkelanjutan.ujar Prasetyo menerima tuntutan di Komplek Parlemen Senayan,Jakarta (Senin 8/6) dilansir dari laman Suara.com

Menurut Prasetyo, pemerintah optimistis langkah-langkah yang sedang dijalankan akan memberikan hasil positif. Namun ia mengingatkan bahwa perubahan ekonomi yang bersifat fundamental tidak selalu dapat dicapai sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pihak tertentu.

Sebelumnya, BEM SI Jawa Tengah memberikan waktu 18 hari kepada pemerintah untuk menunjukkan perbaikan signifikan terhadap nilai tukar rupiah yang sempat berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS. Dalam aksi yang digelar di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah di Semarang, mahasiswa mengancam akan menggelar aksi lanjutan bertajuk “Reformasi Jilid 2” apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi. �

Meski demikian, pemerintah mengapresiasi semangat kritis mahasiswa dan menilai tuntutan tersebut sebagai bentuk partisipasi generasi muda dalam mengawal kebijakan ekonomi nasional. Pemerintah juga memastikan komunikasi dan koordinasi antarinstansi akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi, nilai tukar rupiah, serta kepercayaan pelaku usaha dan investor.

(Red/sc:suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBN Terkuras  Gelontorkan Rp101,1 Triliun untuk Program MBG
Safari Politik Jokowi ke NTT Dinilai Perkuat Basis PSI, Pengamat Sebut PDIP Masih Jadi Tembok Terberat
KWP Resmi Laporkan Deddy Sitorus ke MKD DPR, Persoalkan Ucapan ‘Kayak Sirkus’
BGN Tegas : Dapur MBG Yang Gunakan Barang Subsidi Akan Ditutup ,Masyarakat Diminta Mengawasi
Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan
Rugun Saragih Jadi Sorotan Usai Penggeledahan Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah
Penggerebekan Besar-Besaran Scam Center di Kamboja, Sekitar 1.100 WNI Ditahan di Fasilitas Imigrasi
Mahfud MD Apresiasi Polri dan Kejagung, Dorong Keduanya Terus Berlomba Membongkar Korupsi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 00:11 WIB

APBN Terkuras  Gelontorkan Rp101,1 Triliun untuk Program MBG

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Safari Politik Jokowi ke NTT Dinilai Perkuat Basis PSI, Pengamat Sebut PDIP Masih Jadi Tembok Terberat

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:35 WIB

KWP Resmi Laporkan Deddy Sitorus ke MKD DPR, Persoalkan Ucapan ‘Kayak Sirkus’

Senin, 27 Juli 2026 - 15:36 WIB

BGN Tegas : Dapur MBG Yang Gunakan Barang Subsidi Akan Ditutup ,Masyarakat Diminta Mengawasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:08 WIB

Tak Ada Ampun! Vonis Hukuman Mati Pejabat Korup Meski Kooperatif Bantu Penyelidikan

Berita Terbaru