12 Siswa SD di Deli Serdang Diduga Keracunan MBG, BGN Hentikan Operasional SPPG

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 01:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

MEDAN – Sebanyak 12 siswa kelas VI SD Swasta Terpadu As Syifa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (28/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara langsung turun tangan melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Hasil sementara menunjukkan dugaan keracunan dipicu oleh bahan makanan yang tidak segar, khususnya pada menu ayam yang disajikan.

“Diduga ayam yang digunakan kurang fresh. Itu yang sementara menjadi pemicu,” ujar Kepala BGN Sumut, Agung, saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Meski demikian, pihak BGN belum dapat memastikan kandungan berbahaya yang menyebabkan keracunan. Saat ini, sampel makanan masih dalam proses uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti.

BGN juga menegaskan adanya kelalaian dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pagar Merbau, Tanjung Garbus II, sebagai penyedia makanan. Sebagai langkah awal, operasional SPPG tersebut dihentikan sementara hingga hasil investigasi dan uji laboratorium keluar.

“SPPG kami pastikan tidak beroperasi sementara waktu sampai hasil uji lab selesai,” tegas Agung.

Dari total 12 siswa yang terdampak, seluruhnya sempat mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan. Mereka kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Sebanyak empat siswa telah diperbolehkan pulang, sementara delapan lainnya masih menjalani perawatan inap.

BGN memastikan seluruh biaya pengobatan para siswa ditanggung bersama dengan pihak SPPG.

Insiden ini bermula saat pihak SPPG mendistribusikan menu MBG ke sekolah, yang terdiri dari nasi, ayam bakar, tahu, tempe, tahu crispy, pisang, serta sayuran berupa timun dan selada. Tak lama setelah menyantap hidangan tersebut, para siswa mulai menunjukkan gejala keracunan.

Kasus ini kembali menjadi sorotan terhadap kualitas pengawasan dalam pelaksanaan program MBG, yang sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa. Evaluasi menyeluruh dinilai penting guna memastikan keamanan pangan dan mencegah kejadian serupa terulang.

(sc:kompas.com/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Savate Sumut Perkuat Pembinaan, Target Cetak Atlet Berprestasi Hingga Level Internasional
Ribuan Warga Menanti Kejujuran Dan Kepastian Hukum,BNI Disorot Dana Ummat Raib
Jaksa Agung Lakukan Rotasi Besar: 53 Pejabat Dimutasi, 14 Kajati Berganti, 6 Kejari di Sumut Disegarkan
Kasus Korupsi Dana BOS SMA Negeri 19 Medan, Empat Terdakwa Divonis Bersalah oleh Pengadilan Tipikor
Tidak Penuhi Syarat Administrasi Dan Standar Sanitasi 252 SPPG Di Sum-Ut Diberhentikan Sementara
Pesan Bangga untuk Boru Panggoaran: Gracia Wiranatalie Damanik, ST
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:43 WIB

Savate Sumut Perkuat Pembinaan, Target Cetak Atlet Berprestasi Hingga Level Internasional

Kamis, 30 April 2026 - 01:05 WIB

12 Siswa SD di Deli Serdang Diduga Keracunan MBG, BGN Hentikan Operasional SPPG

Jumat, 17 April 2026 - 10:57 WIB

Ribuan Warga Menanti Kejujuran Dan Kepastian Hukum,BNI Disorot Dana Ummat Raib

Jumat, 17 April 2026 - 00:06 WIB

Jaksa Agung Lakukan Rotasi Besar: 53 Pejabat Dimutasi, 14 Kajati Berganti, 6 Kejari di Sumut Disegarkan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:33 WIB

Kasus Korupsi Dana BOS SMA Negeri 19 Medan, Empat Terdakwa Divonis Bersalah oleh Pengadilan Tipikor

Berita Terbaru