MEDAN – Federasi Savate Indonesia (FSI) Sumatera Utara menunjukkan optimisme besar dalam mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Komitmen itu ditegaskan melalui pelaksanaan Penataran Pelatih, Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov), dan Pelantikan Pengurus FSI Sumut yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Mei 2026, di Medan.
Kegiatan tersebut diikuti 63 pelatih dari 21 kabupaten/kota di Sumatera Utara sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas pembinaan olahraga Savate di daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah tokoh olahraga turut hadir, di antaranya Ketua KONI Sumut, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Sumut, jajaran Pengurus Besar FSI, serta pengurus FSI Sumatera Utara.
Ketua FSI Sumatera Utara, Rocyando Siahaan, menyebut agenda tersebut menjadi langkah strategis memperkuat organisasi sekaligus memperluas pembinaan atlet sejak tingkat daerah.
“Savate di Sumatera Utara ingin melahirkan banyak atlet berprestasi. Harapannya, Savate dapat masuk sebagai cabang olahraga ekshibisi pada ajang PON mendatang sehingga peluang menjadi cabang resmi semakin terbuka,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini FSI Sumut telah memiliki mandat pembentukan kepengurusan di 21 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, 15 pengurus daerah telah resmi dilantik dan menerima surat keputusan organisasi.
FSI Sumut menilai penguatan pelatih, struktur organisasi, dan pembinaan usia dini menjadi kunci untuk mendorong lahirnya atlet Savate yang mampu menembus kompetisi nasional hingga panggung internasional.
Dengan semakin luasnya jaringan kepengurusan dan peningkatan kapasitas pelatih, Savate Sumut optimistis olahraga bela diri asal Prancis tersebut dapat berkembang lebih pesat di Sumatera Utara sekaligus melahirkan generasi atlet baru berprestasi.
(Editor jhon sng/red/sc;savate sumut)













