PEMATANGSIANTAR – Sejumlah sekolah swasta di wilayah Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun dipastikan tidak lagi beroperasi. Salah satunya, SMA/SMK Swasta Melati yang beralamat di Jalan Jawa No. 27, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, resmi menghentikan aktivitas pendidikan.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Triwandes Sinurat selaku Kepala Seksi SMA dan Pendidikan Khusus (PK) Cabang Dinas Wilayah VI Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Senin (20/4/2025).
Ia menegaskan, mulai tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut tidak lagi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
12 Sekolah Dipastikan Tidak Aktif
Selain SMA/SMK Swasta Melati, terdapat 11 sekolah lain di wilayah Cabang Dinas Wilayah VI (Siantar–Simalungun) yang juga tidak aktif. Sekolah-sekolah tersebut antara lain:
SMK Swasta Teladan Jorlang Hantaran, Kabupaten Simalungun
SMA Swasta Pembangunan, Kabupaten Simalungun
SMA Swasta HKBP Serbelawan, Kabupaten Simalungun
SMA Swasta Satrya Budi Perdagangan, Kabupaten Simalungun
SMA Swasta PGRI 10, Kota Pematangsiantar
SMK Swasta 1 Trisakti, Kota Pematangsiantar
SMK Swasta Mutiara Husada, Kota Pematangsiantar
SMK Swasta Maria Goretti, Kota Pematangsiantar
SMK Swasta 2 Surya Murni, Kota Pematangsiantar
SMK Swasta 1 Surya Murni, Kota Pematangsiantar
SMK Swasta Insani Internasional, Kota Pematangsiantar
Minim Peminat Jadi Faktor Utama
Menurut Triwandes, salah satu penyebab utama penutupan sekolah-sekolah tersebut adalah rendahnya jumlah peminat setiap tahun.
“Faktor utamanya karena minimnya siswa. Ke depan, kemungkinan masih bisa bertambah, tergantung hasil penerimaan peserta didik baru tahun ini,” ujarnya.
Ancaman bagi Sekolah Swasta
Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa sekolah swasta, khususnya di daerah, menghadapi tantangan serius. Persaingan dengan sekolah negeri, perubahan demografi, serta faktor ekonomi masyarakat turut memengaruhi jumlah pendaftar.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin jumlah sekolah yang tutup akan semakin bertambah dalam beberapa tahun ke depan.
Penutupan belasan sekolah ini menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan di Sumatera Utara. Diperlukan strategi dan kebijakan yang tepat agar keberlangsungan sekolah swasta tetap terjaga, sekaligus memastikan akses pendidikan bagi masyarakat tidak terganggu.
(sc;mitranews/red)













