Ketua PGRI Belu: Pancasila Jangan Hanya Dihafal, Tetapi Harus Dihidupi Dalam Kehidupan Sehari-hari

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 23:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

ATAMBUA, – Moment  peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 pada 1 Juni 2026, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Belu, Propinsi NTT Yanuarius Antonius Wadan Talok, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar menghafal Pancasila, tetapi mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Yanuarius, Pancasila merupakan fondasi utama bangsa Indonesia yang tetap relevan di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta berbagai tantangan kebangsaan yang terus berkembang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengawali refleksinya dengan memberikan penghormatan kepada para tokoh perumus dasar negara, yakni Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno, serta Panitia Sembilan yang berperan dalam penyempurnaan konsep Pancasila.

“Pancasila adalah warisan besar para pendiri bangsa yang harus terus dijaga dan diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya menjadi simbol atau hafalan saat upacara,” ujarnya.

Yanuarius menilai pengamalan nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kehidupan beragama yang harmonis, toleransi antarsesama, semangat gotong royong, hingga pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab menanamkan nilai-nilai Pancasila tidak hanya berada di tangan guru dan lembaga pendidikan, tetapi menjadi tugas bersama seluruh komponen bangsa, termasuk para pemimpin di semua tingkatan.

“Seluruh masyarakat harus menjadi contoh dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila. Para pemimpin juga harus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan mencerminkan semangat keadilan sosial,” tegasnya.

Sebagai Ketua PGRI Belu, Yanuarius memberikan pesan khusus kepada para guru agar tetap menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia melalui pendidikan yang berorientasi pada penguatan karakter, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kesehatan, serta keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menurutnya, pembentukan karakter peserta didik saat ini tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui penerapan budaya sekolah dan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang terintegrasi dalam seluruh proses pendidikan.

Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini, lanjutnya, menjadi pengingat bagi seluruh rakyat Indonesia untuk kembali menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa, seperti korupsi, kesenjangan sosial, intoleransi, serta tantangan di bidang pendidikan dan kesehatan.

Di akhir pesannya, Yanuarius berharap Indonesia semakin kuat sebagai bangsa yang bersatu dalam keberagaman, dengan pelayanan publik yang semakin baik, pendidikan yang maju, kesejahteraan guru yang meningkat, serta kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.

“Pancasila bukan hanya warisan sejarah yang diperingati setiap tahun. Pancasila adalah pedoman hidup yang harus terus dijaga dan diwujudkan oleh setiap generasi demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.

(Red/belu pos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TANPA PLANG, TANPA RAB, PAKAI “KIRA-KIRA”! LSM KCBI Bongkar Dugaan Kongkalikong Proyek Bagian Umum Pemkab Bekasi
Pernikahan Dini Dan Konflik Rumah Tangga Pemicu Tingginya Angka Perceraian
SMK Negeri Pertanian Batu XX  Raya Siap Hasilkan Alumni Berkualitas, Siap Kerja dan Lanjut Kuliah
Kabar Duka: Defenan Sibarani, Pelatih JKI P. Bandar, Berpulang
Viral Siswa SMP di Deli Serdang Buang MBG ke Jalan, Diduga Basi dan Tak Layak Konsumsi
Pemkab Samosir dan TNI Luncurkan Pembangunan 30 Sumur Bor di Pardomuan Nauli
Akhir Haru Ikhsan, Wabup Fajar Aldila Turun Tangan: Pastikan Siswa Putus Sekolah Bisa Lanjut Pendidikan
Dana Nasabah BNI Aek Nabara Kembali, Kasus Jadi Pengingat Pentingnya Kepercayaan dan Kewaspadaan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:59 WIB

TANPA PLANG, TANPA RAB, PAKAI “KIRA-KIRA”! LSM KCBI Bongkar Dugaan Kongkalikong Proyek Bagian Umum Pemkab Bekasi

Senin, 1 Juni 2026 - 23:34 WIB

Ketua PGRI Belu: Pancasila Jangan Hanya Dihafal, Tetapi Harus Dihidupi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Senin, 18 Mei 2026 - 00:02 WIB

Pernikahan Dini Dan Konflik Rumah Tangga Pemicu Tingginya Angka Perceraian

Jumat, 8 Mei 2026 - 01:28 WIB

SMK Negeri Pertanian Batu XX  Raya Siap Hasilkan Alumni Berkualitas, Siap Kerja dan Lanjut Kuliah

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

Kabar Duka: Defenan Sibarani, Pelatih JKI P. Bandar, Berpulang

Berita Terbaru