
SUMEDANG – Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Sumedang terhadap kisah viral seorang siswa yang terpaksa putus sekolah demi membantu orang tua.
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, turun langsung mengunjungi Ikhsan, siswa SMPN 1 Tanjungsari yang sebelumnya menjadi sorotan publik karena harus menghentikan pendidikan akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kunjungan yang dilakukan pada Senin (20/4/2026) itu turut melibatkan Dinas Sosial, perangkat Kecamatan Tanjungsari, pemerintah desa, serta unsur terkait lainnya sebagai bentuk respons terpadu pemerintah daerah.
Dari Viral ke Perhatian Pemerintah
Ikhsan, yang masih duduk di bangku kelas VII, menjadi perbincangan luas setelah kisahnya viral di media sosial. Ia terpaksa meninggalkan sekolah bukan karena kurangnya minat belajar, melainkan karena harus membantu orang tuanya mencari nafkah.
Kini, kesehariannya dihabiskan dengan berjualan ayam goreng di kawasan Alun-alun Tanjungsari. Meski demikian, semangatnya untuk kembali mengenyam pendidikan tetap tinggi.
Kondisi ini memicu empati publik sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret.
Pemerintah Pastikan Hak Pendidikan Terpenuhi
Dalam pertemuan dengan Ikhsan dan keluarganya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan anak-anak kehilangan akses pendidikan hanya karena faktor ekonomi.
“Kami tidak akan membiarkan semangat belajar anak ini padam hanya karena keterbatasan ekonomi,” tegas M. Fajar Aldila.
Ia memastikan bahwa Pemkab Sumedang akan menghadirkan solusi nyata, mulai dari bantuan sosial hingga skema pendidikan yang memungkinkan Ikhsan kembali bersekolah.
Komitmen: Tak Ada Anak Putus Sekolah
Kehadiran langsung Wakil Bupati bersama jajaran menjadi simbol kuat komitmen pemerintah daerah bahwa tidak boleh ada anak di Sumedang yang terpaksa putus sekolah.
Langkah ini sekaligus menunjukkan sinergi lintas instansi dalam menangani persoalan sosial, khususnya di bidang pendidikan.
Pemerintah daerah juga menegaskan akan terus memantau kondisi Ikhsan agar proses pendampingan berjalan optimal hingga ia benar-benar bisa kembali melanjutkan pendidikan.
Harapan Baru untuk Ikhsan
Kunjungan tersebut menjadi titik terang bagi masa depan Ikhsan. Dari kisah pilu yang viral, kini muncul harapan baru bahwa ia dapat kembali duduk di bangku sekolah dan meraih cita-citanya,demikian dilansir dari Tribun sumedang.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dapat menghadirkan solusi nyata bagi
persoalan sosial di tengah masyarakat.
(Red)













