JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh mitra menjelang kembali beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Selasa, 31 Maret 2026.
BGN menyoroti pentingnya transparansi dalam proses pengadaan bahan baku pangan yang dinilai masih kerap disalahgunakan oleh oknum mitra tidak bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan pihaknya telah menyiapkan sistem pengawasan yang lebih ketat.
Ia menekankan tidak boleh ada praktik penggelembungan harga (mark up) bahan baku yang berpotensi merugikan keuangan negara.
“Mitra yang melakukan mark up harga secara berlebihan dan menekan Kepala SPPG, pengawas gizi, maupun pengawas keuangan akan kami tindak tegas. Kami akan meminta kedeputian terkait untuk menjatuhkan sanksi penghentian operasional sementara (suspend) tanpa insentif karena ini termasuk pelanggaran berat,” ujar Nanik, Senin (30/3).
Nanik menegaskan, perilaku curang tersebut mencederai tujuan utama program pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Menurutnya, mitra pelaksana seharusnya sudah merasa cukup dengan skema insentif yang telah disepakati bersama.
“Saya minta mitra seperti ini tidak diberikan insentif. Sudah diberikan insentif, tetapi masih melakukan kecurangan dengan mark up harga bahan baku,” tegasnya.
Selain itu, Nanik juga menyoroti adanya laporan mengenai oknum mitra yang mencoba menekan jajaran pengawas di lapangan.
Ia meminta Kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan tetap menjalankan tugas secara profesional sesuai pedoman yang berlaku.
BGN juga melarang keras praktik monopoli pemasok (supplier) yang dilakukan secara sepihak oleh mitra.
Sebagai langkah penindakan, mitra yang terbukti melanggar akan langsung dikenai sanksi penghentian operasional sementara selama satu minggu.
“Kami akan melakukan suspend selama satu minggu sampai mitra membuat pernyataan tidak melakukan mark up harga dan tidak memonopoli sebagai supplier sendiri. Ini pelanggaran berat,” pungkas Nanik.Demikian dilansir dari laman Jppn.com.
Red













