Sampah di Raya Tak Kunjung Usai, Jhon Sinaga Berharap Penanganan Serius Jelang Ramadan

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 03:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAYA – Masalah tumpukan sampah di kawasan Raya hingga kini masih menjadi keluhan utama warga dan pengguna jalan. Meski sudah berlangsung cukup lama, penanganan limbah rumah tangga ini dinilai belum menyentuh solusi permanen, sehingga pemandangan kumuh dan aroma tidak sedap masih terus menghantui wilayah tersebut

i

RAYA – Masalah tumpukan sampah di kawasan Raya hingga kini masih menjadi keluhan utama warga dan pengguna jalan. Meski sudah berlangsung cukup lama, penanganan limbah rumah tangga ini dinilai belum menyentuh solusi permanen, sehingga pemandangan kumuh dan aroma tidak sedap masih terus menghantui wilayah tersebut

RAYA – Masalah tumpukan sampah di kawasan Raya hingga kini masih menjadi keluhan utama warga dan pengguna jalan. Meski sudah berlangsung cukup lama, penanganan limbah rumah tangga ini dinilai belum menyentuh solusi permanen, sehingga pemandangan kumuh dan aroma tidak sedap masih terus menghantui wilayah tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Jhon Sinaga, angkat bicara mengenai kondisi yang kian memprihatinkan ini. Menurutnya, tumpukan sampah yang dibiarkan meluber ke bahu jalan tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat sekitar.

Momen Ramadan Jadi Urgensi Kebersihan

Jhon Sinaga menekankan bahwa momentum Ramadan yang sudah di depan mata seharusnya menjadi pemicu bagi pihak terkait untuk bergerak lebih cepat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadan. Saya sangat berharap masalah sampah ini bisa segera teratasi sebelum suasana puasa dimulai. Kita ingin beribadah dengan nyaman tanpa terganggu aroma busuk dan pemandangan sampah yang berserakan,” ujar Jhon Sinaga kepada awak media.

Beliau menambahkan bahwa selama Ramadan, aktivitas masyarakat di luar rumah biasanya meningkat, terutama saat sore hari menjelang berbuka (ngabuburit). Jika sampah tetap menumpuk, hal ini dikhawatirkan akan mengganggu kekhusyukan dan kenyamanan warga yang melintas.

Poin-Poin Keluhan Warga:

  • Aroma Tidak Sedap: Bau menyengat yang tercium hingga radius puluhan meter.

  • Drainase Tersumbat: Sampah yang masuk ke parit berisiko menyebabkan banjir saat hujan turun.

  • Kesehatan: Munculnya lalat dan potensi penyakit di area pemukiman.


Harapan untuk Pemerintah Daerah

Masyarakat berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat dapat menambah armada pengangkut sampah atau menyediakan tempat pembuangan sementara (TPS) yang lebih representatif di titik-titik krusial.

“Ini bukan soal memindahkan masalah, tapi soal sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Kami harap ada tindakan nyata, bukan sekadar pembersihan sesaat agar Ramadan tahun ini terasa lebih bersih dan bermartabat,” tutup Jhon.

Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah di beberapa titik di Raya masih terlihat menumpuk, menunggu respons cepat dari pihak berwenang sebelum fajar Ramadan menyingsing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Periksa 9 Saksi KEJARI Simalungun Ungkap Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pelatihan HanPang dan BumDes 2025
Simalungun Rangking 319: Alarm Serius Pengelolaan Sampah
Polda Sumut Sita 12 Eskavator di Tambang Emas Ilegal Madina, 7 Orang Ditangkap*
DUNIA SIAGA SATU! Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Pasca Gugurnya Khamenei, Harga BBM Global Terancam Meledak
Danrem 023/KS Sambut Kedatangan Kasum TNI Tinjau Infrastruktur dan Pengungsian Pascabencana di Tapanuli Tengah
Presiden Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Yordania Tangani Krisis Kemanusiaan Gaza dan Tepi Barat
HUKUM DI TANAH KARO LUMPUH? Mesin Judi “Aseng Kayu” Bebas Berderu Tanpa Tersentuh, Kapolres Omon-omon
OPINI ​Menanti Taji Penegakan Hukum dan Etika dalam Penempatan Pejabat di Bumi Habonaron Do Bona
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:26 WIB

Periksa 9 Saksi KEJARI Simalungun Ungkap Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pelatihan HanPang dan BumDes 2025

Rabu, 4 Maret 2026 - 03:23 WIB

Simalungun Rangking 319: Alarm Serius Pengelolaan Sampah

Selasa, 3 Maret 2026 - 04:24 WIB

Polda Sumut Sita 12 Eskavator di Tambang Emas Ilegal Madina, 7 Orang Ditangkap*

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:04 WIB

DUNIA SIAGA SATU! Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Pasca Gugurnya Khamenei, Harga BBM Global Terancam Meledak

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:17 WIB

Danrem 023/KS Sambut Kedatangan Kasum TNI Tinjau Infrastruktur dan Pengungsian Pascabencana di Tapanuli Tengah

Berita Terbaru

Jakarta

BBM Naik = Ekonomi Melambat,Pemerintah Pilih Tahan Harga

Rabu, 8 Apr 2026 - 01:30 WIB