Quo Vadis Pendidikan Simalungun,Antara Harapan dan Kenyataan

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 00:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Albert Sinaga, Dewan Pendidikan Simalungun

SIMALUNGUN – Istilah quo vadis yang berasal dari bahasa Latin, berarti “ke mana akan pergi”, kini menjadi pertanyaan reflektif terhadap arah pendidikan di Kabupaten Simalungun. Hal ini mencuat setelah pengumuman penerimaan siswa baru di sejumlah SMA unggulan untuk tahun ajaran 2026/2027 yang dinilai belum mencantumkan siswa asal Simalungun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat: apakah siswa dari Simalungun tidak mengikuti seleksi, atau justru belum mampu bersaing dalam proses tersebut?

Sorotan juga tertuju pada terbitnya Surat Keputusan Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10 Tahun 2026, di mana tidak satu pun sekolah di Simalungun masuk dalam kategori sekolah model. Padahal, selama ini daerah tersebut memiliki sejumlah sekolah yang dikenal sebagai percontohan, seperti sekolah di Pematang Raya, SD Plus di Balata, hingga SMA Plus di Raya.

Sebaliknya, Kota Pematang Siantar justru mencatatkan prestasi dengan beberapa sekolah yang diakui secara nasional sebagai sekolah model, di antaranya TK Methodis, SD RK 2, SMP CR 1, dan SMP Bintang Timur.

Meski demikian, kondisi ini belum bisa menjadi kesimpulan mutlak bahwa kualitas pendidikan di Simalungun rendah. Namun, perbandingan capaian tetap menjadi perhatian. Sebagai contoh, satu sekolah seperti SMP RK Bintang Timur mampu meloloskan hingga 64 siswanya ke SMA unggulan seperti SMA Del. Sementara itu, SMP Negeri 1 Sidikalang, Kabupaten Dairi, mampu mengutus sembilan siswanya.

Ketiadaan sekolah model di Simalungun juga berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, salah satunya tidak adanya sekolah yang berpeluang menerima Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (BOS Kinerja) pada tahun 2027 mendatang.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai strategi dan arah kebijakan pendidikan di Kabupaten Simalungun ke depan. Terlebih, daerah ini dipimpin oleh kepala daerah dengan latar belakang pendidikan yang mumpuni—Bupati bergelar doktor (S3), serta Wakil Bupati yang merupakan alumni SMA Taruna Nusantara dan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Di mata masyarakat, indikator kualitas pendidikan suatu daerah kerap diukur dari banyaknya siswa yang berhasil masuk ke sekolah unggulan maupun Perguruan Tinggi Negeri.

Dengan berbagai fakta tersebut, publik kini menanti langkah konkret dan strategi yang akan diambil untuk meningkatkan daya saing pendidikan di Simalungun.

“Quo vadis?”—ke mana arah pendidikan Simalungun akan dibawa?

Kita tidak boleh lagi menutup mata ketika Data bicara Fakta,saatnya kita butuh terobosan Nyata untuk generasi kita kedepannya.

Minim prestasi adalah kode Alarm yang mengisyaratkan bahwa Pendidikan kita sedang Tidak Baik Baik saja.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel elangcybernusantaratv.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi Antik Toba 2026: Polres Simalungun Ringkus 53 Tersangka dan Sita Ratusan Gram Sabu-Ganja, Capaian Tertinggi Sepanjang Sejarah
Pinjam Motor Teman dengan Alasan Beli Rokok lalu Kabur, Pelaku Penggelapan di Gunung Malela Diringkus Polsek dalam Waktu Kurang 48 Jam
Kapolda Sumut Serahkan Sapi Kurban 600 Kg ke Persulukan Serambi Babussalam Simalungun, TGB: Jadikan Idul Adha Momentum Perkuat Persatuan Bangsa
Tegas! Polres Simalungun Bakar Sarang Narkoba di Tanah Jawa, 5 Pelaku Ditangkap dan Hampir 100 Gram Sabu Disita
Kapolsek Bosar Maligas Gelar Gotong Royong dan Sosialisasi Anti-Narkoba, Warga Nagori Boluk Nyatakan Komitmen Perangi Narkoba
Sat Res Narkoba Polres Simalungun: Tegaskan Sikap, Narkoba Adalah Musuh Bersama.
Kapolres Simalungun Hadiri Pembukaan MTQ Nasional Ke-52 Tingkat Kabupaten, Wujud Dukungan Polri terhadap Syiar Islam
Rifqinizamy “Pendidikan Demokrasi Rusak Jika Kebenaran Justru Disalahkan “
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:17 WIB

Operasi Antik Toba 2026: Polres Simalungun Ringkus 53 Tersangka dan Sita Ratusan Gram Sabu-Ganja, Capaian Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:45 WIB

Pinjam Motor Teman dengan Alasan Beli Rokok lalu Kabur, Pelaku Penggelapan di Gunung Malela Diringkus Polsek dalam Waktu Kurang 48 Jam

Senin, 25 Mei 2026 - 13:20 WIB

Kapolda Sumut Serahkan Sapi Kurban 600 Kg ke Persulukan Serambi Babussalam Simalungun, TGB: Jadikan Idul Adha Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:32 WIB

Tegas! Polres Simalungun Bakar Sarang Narkoba di Tanah Jawa, 5 Pelaku Ditangkap dan Hampir 100 Gram Sabu Disita

Sabtu, 23 Mei 2026 - 04:28 WIB

Kapolsek Bosar Maligas Gelar Gotong Royong dan Sosialisasi Anti-Narkoba, Warga Nagori Boluk Nyatakan Komitmen Perangi Narkoba

Berita Terbaru