Dalam operasi militer terbaru, sekitar 80 jet tempur Israel dilaporkan menggempur sejumlah pusat militer dan fasilitas rudal di Teheran, ibu kota Iran. Serangan ini menjadi salah satu aksi militer paling intens dalam konflik yang terus memanas antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel.
Menurut laporan militer, gelombang serangan tersebut menargetkan berbagai instalasi strategis yang diduga berkaitan dengan pengembangan dan penyimpanan rudal balistik Iran. Ledakan besar dilaporkan mengguncang beberapa wilayah di Teheran, sementara asap tebal terlihat membumbung dari lokasi-lokasi yang terkena bombardir. Militer Israel mengklaim operasi ini bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam meluncurkan serangan balasan ke negara-negara sekutunya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Konflik ini merupakan bagian dari eskalasi perang yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak saling melancarkan serangan udara, drone, dan rudal. Iran juga mengklaim telah melakukan serangan balasan terhadap aset Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia, menandakan bahwa konflik ini berpotensi berkembang menjadi krisis regional yang lebih besar.
Situasi yang semakin memanas membuat dunia internasional meningkatkan kewaspadaan. Banyak negara menyerukan penahanan diri dari kedua pihak guna mencegah konflik berubah menjadi perang terbuka yang dapat mengguncang stabilitas global, terutama di kawasan yang menjadi pusat jalur energi dunia tersebut.
Courtesy of berbagai sumber.













