SIMALUNGUN – Di tengah suasana sejuk rintik hujan, sebuah pertemuan strategis yang sarat nilai edukasi hukum berlangsung hangat pada Selasa (17/02/2026). Pimpinan Umum Media Nusantara News Today, Fernando Albert Damanik, bersama Pimpinan Umum Media Elang Cyber Nusantara TV, Jhon Sinaga, melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lex Generale Keadilan.
Kedatangan dua owner perusaan pers nasional ini disambut langsung secara humanis oleh Direktur LBH Lex Generale Keadilan, Irma Sihombing, SH, bersama Penasehat LBH, Binaris Situmorang, SH, MH. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pers dan praktisi hukum dalam memberikan advokasi informasi kepada publik.
Menakar KUHP Baru: Sudut Pandang Hukum yang Dinamis
Dalam diskusi tersebut, Binaris Situmorang, SH, MH, memberikan sorotan tajam terkait implementasi KUHP Nasional yang baru. Ia menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap setiap pasal sangat krusial agar tidak terjadi misinterpretasi di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hukum itu dinamis. Dengan hadirnya KUHP baru, kita semua diajak untuk belajar bersama. Pemahaman yang benar akan hukum adalah benteng utama keadilan bagi masyarakat,” ujar Binaris di tengah diskusi yang berlangsung akrab.
Fernando Albert Damanik: Media Harus Memiliki Adab dalam Mengedukasi
Menanggapi dinamika hukum tersebut, Fernando Albert Damanik selaku Pimpinan Umum Nusantara News Today sekaligus Pembina KPKM RI, menegaskan tanggung jawab moral media sebagai jembatan informasi yang akurat.
-
Bobot Jurnalistik: Kolaborasi dengan praktisi hukum memastikan produk jurnalistik memiliki bobot yang kuat dan mencerahkan.
-
Adab Berita: Media tidak boleh sekadar mengejar panggung pemberitaan, melainkan harus mengedepankan adab dan integritas dalam memberikan edukasi hukum.
-
Literasi Hukum: Sinergi ini bertujuan agar masyarakat tidak bingung menghadapi perubahan regulasi hukum yang ada.
Komitmen untuk Habonaron Do Bona
Pertemuan ini menyepakati komitmen bersama untuk terus menyuarakan kebenaran (Habonaron Do Bona). Pers dan hukum dipandang sebagai dua sisi mata uang yang harus berjalan beriringan demi tegaknya keadilan, khususnya dalam menghadapi tantangan hukum di wilayah Simalungun dan kawasan Danau Toba.
Diskusi ini juga menyoroti peran penting media digital dalam memberikan advokasi informasi bagi warga yang membutuhkan bantuan hukum namun memiliki keterbatasan akses.
Editor: Fernando Albert Damanik 🖋️
Laporan: Unit Liputan Hukum & Advokasi Publik













